April

Nggak terasa tiba-tiba sudah April. Kadang waktu berjalan dengan cepat, kadang berjalan dengan lambat.

Belakangan makin sering ditanya “how are you?” “how are you holding up?” dan pertanyaan sejenisnya. Sejujurnya sering bingung mau jawab gimana karena kadang baik-baik saja dan di waktu lain mikir “kok hidup gini amat sih?”

Tiga bulan terakhir banyak hal terjadi, dari yang sedih sampai yang menyenangkan. Perasaan sungguh campur aduk. Belakangan mencoba lebih lembut ke diri sendiri. Salah satu caranya dengan count my blessing (ga tau bahasa Indonesianya apaan).

Memasuki April ada hal-hal yang patut disyukuri, salah satu yang paling besar adalah akhirnya tesis selesai dan sudah dikumpulkan. Tentu saja ini baru awal saja, masih ada sidang dan juga revisi. Tapi paling tidak kan bentuk akhirnya sudah mulai kelihatan. Hal lain yang perlu disyukuri adalah musim semi. Sebenarnya masih dingin sih. Cuacanya ga menentu gitu lah, kadang cerah tapi kadang mendung seharian. Tapi pemandangannya bagus karena sakura udah mulai bermekaran. Taman dekat rumah, Inokashira, yang di hari biasa udah cantik jadi makin cantik.

Selain taman Inokashira, sempat juga pergi ke sungai Meguro, kuburan Yanaka, dan Nihonbashi. Dua minggu lalu waktu sakuranya masih pucuk (tsubomi) sempat ke taman Yoyogi dan Shinjuku Gyoen juga. Pingin mampir ke Roppongi, tapi ga kunjung sempat. Dari tempat yang udah didatangi, paling suka si Nihonbashi ini. Sebenarnya bukan tempat hanami juga, wong sekelilingnya cuma resto dan kantor aja. Tapi senang aja liatnya gitu dan terlalu rame juga.

Waktu liat pemandangan ini langsung mikir “wow, I’ve made it this far.” Karena sejujurnya ga pernah kepikiran akan kesampaian tinggal dan kerja di Tokyo. Waktu awal pindah ke Jepang dan tinggal di ski resort, sejujurnya ga banyak mikir ke depannya mau gimana. Ga nyangka kalau akhirnya bisa kuliah sambil kerja gini. Mungkin diri sendiri di 2016-2017 pasti dengan pesimisnya bakal bilang “hadeuuuh mana bisa kali.” Tapi ternyata bisa meskipun harus berkorban mengurangi waktu main. Sekarang kalau lagi down dan perasaan ga jelas gitu, pelan pelan bilang ke diri sendiri “you’ve made it this far. You’ll be fine.”

Advertisements

光:後編

IMG_4859

”Aku akan pergi ke bagian atas Himalaya besok. Mungkin aku akan di sana selama enam bulan. Akan sulit menghubungimu karena tidak ada sinyal. Aku akan menghubungimu lagi saat aku turun nanti.

Untuk sementara itu, semoga kau baik-baik saja.”

20181111_190227_0001

”Aku tahu ini sudah telat. Tapi aku sungguh-sungguh minta maaf untuk hal yang terjadi tahun lalu. Aku paham kalau kau tak ingin berbicara padaku lagi karena itu. Aku hanya ingin minta maaf.”

Dibaca saat itu juga. Tetapi tidak pernah ada balasan.

Sampai saat ini aku masih teringat suara tawanya.